Satu hal yang sangat meresahkan para penghuni dan pengguna website Multiply.com, muncul di bulan Agustus 2012 dengan pengumuman dari CEO Multiply.com mengenai rencana penutupan fungsi blog dari Multiply.com. Hal ini tak urung menimbulkan reaksi yang beragam dari para penggunanya, mulai resah, marah, hingga kalang-kabut. Banyak juga yang kemudian berusaha untuk membuat manajemen Multiply.com mengurungkan niatan ini.

Penulis sendiri adalah pengguna setia Multiply.com selama delapan tahunan, dengan postingan pertama dimuat online pada 25 Agustus 2004 pukul 4:44 sore di situs kangbayu.multiply.com. Banyak suka-duka terjalin di sana, tapi lebih banyak suasana kehangatan dan kisah serunya sih, makanya penulis pernah berujar “Multiply itu ‘rumah’, sedangkan Facebook dan lain-lain itu ‘tempat gaul’ atau ‘lapak’.”

Namun walapun turut kecewa dengan kabar penutupan ini, sebenarnya penulis sudah beberapa lama memilih untuk membuka rumah-rumah virtual baru di beberapa lokasi, karena pengembangan fitur blogging dari manajemen Multiply.com yang dianggap sangat lambat sehingga tidak mendukung aktivitas untuk pro-blogging. Adapun rumah virtual di Multiply.com dibiarkan tetap ada karena selama delapan tahunan itu penulis masih punya banyak teman di sana, dan sudah sangat banyak menuangkan ide-ide dan pemikirannya dalam bentuk tulisan di sana, sehingga merasa sayang kalau semua itu harus dibuang.

Pindah ke Mana?

Pertanyaan paling populer diantara pengguna Multiply.com saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Pindah ke mana? WordPress? Blogspot? Xanga? Tumblr? Kompasiana? Blog Detik?
  2. Bagaimana cara backup dan export tulisan dan komentar di Multiply?

Terkait dengan pertanyaan pertama, penulis merasa perlu berbagi pengalaman dalam mencoba beberapa blogging platform sehingga bisa dijadikan masukan bagi rekan-rekan sesama pengguna Multiply.com dalam memilih rumah virtual yang baru. Namun sebelum bicara mengenai pilihan yang ada, maka sebaiknya kita lihat dulu apa sajakah yang menjadi nilai lebih dari Multiply.com sebagai blogging platform, dibanding platform lainnya?

Berdasarkan pengalaman pribadi dan komentar sesama Multiplyers, berikut ini yang paling utama:

  1. Message board/Inbox — barangkali fungsi paling penting dari Multiply blog/journal, yang memungkinkan para penggunanya dengan cepat mendapatkan update dari sesama pengguna lain dalam satu tempat. Fitur yang disediakan termasuk filter berdasarkan waktu posting, user group, dan lain-lain. (Inbox)
  2. Posting filter/pengaturan tingkat privasi — fitur yang tak kalah pentingnya yang memungkinkan pengguna mengatur siapa sajakah yang dapat membaca postingan yang mereka buat. Fitur ini memungkinkan tulisan dibaca oleh umum, oleh sebagian teman, atau oleh orang-orang tertentu saja secara spesifik. (Filter)
  3. Jenis posting beragam — mulai dari blog, notes, gambar & foto, review, hingga ke video dan resep masakan. Fungsi ini memungkinkan Multiply menjadi sebuah “toko serba ada” atau “one stop solution” untuk para blogger. (Ragam)
  4. Informasi pengunjung/tamu — fungsi yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui siapa sajakah yang pernah mampir dan membaca isi muatan blognya, dipilah-pilah berdasarkan halaman. (Statistik)
  5. Group — fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat group beranggotakan sesama pengguna lainnya. (Group)
  6. Basis pengguna Indonesia besar, meaningful network — sehingga memudahkan untuk menjalin kontak dan interaksi antar sesama pengguna, hingga ke tingkatan dunia nyata. Walhasil banyak pengguna Multiply yang merasa memiliki hubungan yang berkesan antara satu dengan lainnya, beberapa hingga ke jenjang pernikahan. (Indo)
  7. Pilihan design theme — terdapat beraneka ragam pilihan design theme untuk mempercantik tampilan blog pengguna, termasuk modifikasi melalui CSS. Pengguna pun dapat dengan mudah membagi theme ciptaannya sendiri ke pengguna lain. (Desain)
  8. Fungsi Guestbook/Buku Tamu — fungsi yang memungkinkan pengguna lain untuk meninggalkan pesan umum kepada pemilik blog, berguna untuk menjalin komunikasi termasuk dalam mendapatkan teman baru. (Bukutamu)
  9. Berjualan/Toko Online — fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuka toko online dan berjual-beli dengan sesama pengguna Multiply lainnya. Fitur yang kemudian berbalik menjadi serangan balik mematikan bagi para blogger, kala manajemen Multiply.com memilih untuk fokus ke fungsi yang satu ini dan menutup fungsi bloggingnya. (Toko)
  10. Gratis — walaupun tersedia jenis keanggotaan berbayar, namun mayoritas fungsi dan fitur yang ditawarkan Multiply.com tersedia untuk pengguna tak berbayar alias gratis.

Karena multi-fungsinya Multiply.com, maka untuk menemukan padanan platform yang sama adalah suatu tugas berat, karena rata-rata blogging platform lain lebih memilih untuk hanya menyediakan fungsi-fungsi yang spesifik, misalnya blogging saja, berjualan online saja, micro-blogging saja, atau photo album saja.

Pilihan Blogging platform

Diantara sekian banyak pilihan blogging platform yang beragam, ternyata tidak ada satupun yang benar-benar sebanding dengan Multiply.com. Berikut ini perbandingannya terhadap Multiply, dengan pilihan blogging platform lain yang bisa diperoleh dengan gratis:

Nama Inbox Filter Stat Group Indo Desain About Us Komentar
WordPress Ya Blog Ya Tidak Banyak Terbatas Bisa Umum
Blogger Ya Blog Ya Ada Banyak Bebas Bisa Umum
Xanga Ya Blog ? Ada Sedikit Terbatas Tidak Anggota
Tumblr ? Blog ? Bisa Sedikit Terbatas Tidak Anggota
Posterous ? Blog ? Bisa Sedikit Terbatas Tidak Anggota
Livejournal Ya Posting Tidak Tidak Sedikit Terbatas Tidak Anggota
Blogdetik Ya Tidak Tidak Tidak Semua Tidak Tidak Anggota
Kompasiana Ya Tidak Tidak Tidak Semua Tidak Tidak Anggota

Dari pengalaman penulis mencoba beberapa jenis blogging platform, WordPress dan Blogger muncul sebagai dua kandidat terkuat, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan berbeda-beda.

WordPress.com dan WordPress

WordPress bisa jadi adalah platform blogging gratis yang paling indah tampilannya, serta mengijinkan modifikasi tampilan oleh user hingga batas-batas tertentu — suatu hal yang sering menjadi pertimbangan utama para Multipliers dalam memilih platform blogging baru. WordPress juga memiliki aneka ragam plugin dan widget yang sangat berguna untuk memperkaya fungsi dan tampilan yang ditawarkan platform ini.  Wordpress juga sangat mudah digunakan, bahkan oleh pengguna yang sama sekali baru di bidang blogging.

Sayangnya WordPress versi gratis di alamat wordpress.com memiliki beberapa keterbatasan yang mengikat, diantaranya adalah tidak leluasanya modifikasi template yang bisa dilakukan, tampilan tidak bisa diubah total, dan untuk mendapatkan nama domain yang unik, misalnya seperti blog.bayuamus.com ini maka pengguna harus mendaftar layanan berbayar.

Alternatif lainnya seperti yang saya lakukan adalah hosting di tempat pribadi dan pasang engine WordPress di tempat sendiri. Namun cara ini membutuhkan sedikit penguasaan teknis, khususnya dalam hal website maintenance, sedangkan di WordPress.com anda tinggal pakai saja. Hosting di tempat sendiri juga membutuhkan biaya yang mana berarti tidak gratis lagi. Namun jika yang anda inginkan adalah tampilan dasar yang indah, dan keleluasaan untuk mengubah hingga hal yang sangat mendetail dari desain, WordPress versi hosting sendiri adalah pilihan yang paling tepat. Banyak website komersial dari perusahaan-perusahaan besar juga menggunakan platform WordPress versi hosting sendiri ini karena kemudahan modifikasi dan kestabilan kinerjanya.

Blogger.com

Blogger memiliki tampilan dashboard yang lebih teknis dan membosankan dibanding WordPress. Namun demikian seperti WordPress, platform inipun sangat mudah digunakan. Terdapat banyak pilihan template yang bisa dipakai, termasuk kreasi sesama user yang dibagikan gratis di internet. Blogger juga memungkinkan modifikasi hingga ke level yang mendasar, termasuk kemampuan untuk mengedit file HTML dan CSS nya.

Hal yang menarik dari Blogger adalah, ia anak perusahaan dari Google, sehingga masalah kompatibilitas dengan aneka produk Google lainnya berlangsung dengan mulus dan lancar. Postingan anda di Blogger misalnya, bisa secara otomatis dimuat juga di halaman Google+ anda. Foto-foto anda akan temuat dan tersimpan di account Picasa Web Albums, untuk kemudian bisa anda lihat dan modifikasi di sana layaknya photo album biasa. Sebaliknya, anda bisa juga menyertakan foto-foto yang telah anda muat di account Picasa Web Albums anda untuk disertakan dalam tulisan blog anda. Dalam penayangan iklan AdSense pun Blogger telah memiliki fasilitas ini secara internal dan anda tinggal memasukkan ID serta mengatur posisi pemuatannya saja, tidak harus repot-repot seperti di blogging platform lainnya. Untuk fitur pengelolaan pun, blog anda bisa tersambung dengan Google Web Masters, dan aneka fitur menarik lainnya dari Google. Untuk login pun anda cukup menggunakan account Google yang anda miliki, dan anda diperbolehkan untuk membuka lebih dari satu blog dalam satu account Google yang sama.

Blogger juga mengijinkan pengguna menggunakan alamat domain sendiri tanpa biaya tambahan, sehingga sangat membantu untuk konsistensi branding, misalnya: blog saya di http://epicurina.blogspot.com bisa saya ganti alamatnya menjadi http://blog.epicurina.com (bukan sekedar redirect) sehingga secara struktur virtual berada di bawah website utama brand tersebut: Epicurina.com; hal yang tidak bisa dilakukan pada blog yang dibuat di WordPress.com tanpa biaya tambahan.

Baru-baru ini Blogger juga memperkenalkan dashboard baru yang terlihat lebih menarik, intuitif dibanding pendahulunya, dengan pilihan jenis template yang semakin canggih, sehingga dalam hal kemudahan penggunaan dan modifikasi, serta keindahan tampilan semakin membaik.

Blogger hingga saat ini tidak memiliki versi hosting sendiri, tapi dengan hosting di Blogger.com pun fasilitas dan kemudahannya sudah sangat baik.

Blogging platform lainnya

Tumblr memiliki pengguna yang cukup fanatik, namun dari sisi tampilan ia sudah memiliki standar yang baku sehingga akan kurang menarik bagi blogger yang gemar mengotak-atik tampilan blog nya. Livejournal merupakan salahsatu blogging platform tertua di Internet yang masih bertahan hingga kini, namun dari sisi modifikasi tampilan dan interkoneksi dengan situs lain di internet kemampuannya minim.

Adapun blogdetik dan Kompasiana, keduanya merupakan layanan blog yang disediakan oleh dua raksasa media massa, dengan kemampuan modifikasi tampilan yang nyaris tidak ada. Namun karena ketenaran pemiliknya, maka Blog yang dibuka di kedua platform ini memiliki keunggulan dalam hal rating SEO yang relatif lebih baik dibanding yang dimuat di hosting pribadi, terbantu oleh kepopuleran dari situs-situs lainnya milik media massa tersebut.

(Btw sekedar informasi, blogging platform yang digunakan oleh media massa ini biasanya adalah atau modifikasi dari platform WordPress versi enterprise.)

Kesemua blog selain WordPress dan Blogger sayangnya, memiliki kemampuan yang minimal dalam modifikasi tampilan, penambahan widget maupun penyertaan fitur-fitur profesional semisal penayangan iklan AdSense. Hal ini menyebabkan mereka tidak mampu mendukung aktivitas seorang pro-blogger, atau blogger yang menginginkan modifikasi serius pada blog nya.

Hal lain yang juga perlu dicermati adalah masalah kelangsungannya. Banyak blogging platform yang tadinya tenar lantas seiring waktu berjalan mengalami kemunduran, hingga berujung pada penutupan, seperti yang terjadi pada kasus gusuran Multiply.com ini. Walaupun tidak menjamin bahwa Blogger tidak akan suatu saat ditutup oleh Google, ataupun WordPress menyatakan diri bangkrut, namun dilihat dari kinerja dan sejarah mereka maka merekalah blogging platform yang paling mungkin bertahan di dasawarsa kedua era millenium ini.

Jadi, pilih yang mana? (byms)

 

 

6 Responses to Multiply blog tutup, pindah ke mana?

  1. WP dulu deh kang…. tutorialnya lumayan banyak kalau WP..
    dapat dari kolorini.wordpress.com

    • bayuamus says:

      Blog ini juga pakenya WP wib; tampilannya relatif lebih cakep dibanding blogger.

      Cuma ya kalau mau socializing dua2nya masih sama kalah dibanding MP… Butuh usaha lebih di blog standar :P

  2. enkoos says:

    Weh baru tahu ternyata yang punya Epicurina anak MPer. Sebagai penghobi foto makanan, sering liat Epicurina sliweran di mana mana.

  3. eL Ro says:

    yang perlu ditambahkan adalah fitur notification comment yang dimiliki wordpress lebih nyaman digunakan karena bisa langsung reply dari toolbar wordpress tanpa harus membuka halaman postingan yang sudah dibuka sebelumnya.
    berbeda dengan blogspot yang harus membuka halaman posting baru bisa comment, blogspot juga membedakan comment yang ada di postingan blogger dengan comment yang ada di google plus.

    saia tidak tahu persis kapan wordpress mengeluarkan fitur ini karena akhir tahun yang lalu rasanya belom ada fitur reply comment langsung dari toolbar tersebut…,;D